Mini AC with ice box

September 5, 2015 Leave a comment

Karena sering kepanasan selama bekerja di ruangan yang kebetulan desain ruangan kerja saya berada di bawah atap genteng yang cukup panas apalagi kalau siang hari temperature bis amencapai 35 derajat celcius. Coba-coba searching mbah Google gimana cara mendinginkan ruangan tanpa AC, AC kan mahal dan konsumsi listrinya juga besar. OK… dalam artikel kali ini saya praktekin cara membikin AC mini yang menggunakan balok es. Prinsip penyejuk udara sederhana, asal ada bahan yang sangat dingin yang bisa mendinginkan udara disekitar bahan tersebut, kemudian disemprotkan pakai kipas, jadi deh AC. Dari prinsip tersebut dicoba deh buat penyejuk udara dengan bahan dasar es balok. Simak artikel ini.

Bahan-bahannya:

  1. Kaleng bekas (bisa dari bekas roti, cat, dll)
  2. Balok es (blue ice rubber maid, banyak dijual di toko-toko elektronik seperti AC-Hardware, dll)
  3. 2 buah kipas listrik 12 volt
  4. Power suplai 12 volt
  5. Konektor DC
  6. Paralon 1/2 inch pendek
  7. Baut 8 buah

20150905_11395120150905_133813

Cara membuatnya:

  1. Lubangi tutup kaleng dua buah sesuaikan ukurannya dengan kipas yang digunakan.
  2. Lubangi juga untuk konektor DC, dan juga sediakan lubang untuk masuknya kabel.
  3. Lubangi juga bagian samping kaleng untuk jalur pipa paralon (sebagai output udara dingin).20150905_11412320150905_114016
  4. Setelah selesai dilubangi, pasang dua buah kipas tersebut, dan juga pasang konektor DC dan solder kabel penghubung ke konektor DC.
  5. Pasang juga dua paralon pada sisi kaleng.
  6. Beri shielding atau lem pada lubang kabel, dan paralon untuk menghindari bocornya udara.20150905_133315 20150905_133324
  7. 20150905_133412 20150905_133424
  8. Setelah semuanya terpasang, masukkan es balok kedalam wadah tersebut.
  9. AC mini siap digunakan.

20150905_13390420150905_13370820150905_140307

20150905_133833 20150905_134914

Lumayan buat menyejukkan udara disekitar badan, temperatur udara sebelum menggunakan AC mini 32.5 C, setelah dinyalakan temperature bisa turun menjadi 26.5 C. Udara sejuk, kerja jadi semangat. Jika kurang dingin bisa ditambah balok esnya. Jika tidak punya balok es blue ice rubber maid, bisa juga bikin es sendiri (air masukin ke kantong plastik 1Kg atau 1/2 Kg kemudian masukkan ke kulkas tunggu hingga membeku). Kalau kurang dingin lagi, taruh saja kulkas diruangan itu kemudian dikipasi menggunakan kipas listrik hehehehe……. Kalau kurang dingin lagi beli aja AC ……..

Bisa juga membuat penyejuk udara menggunakan bahan dasar Thermoelectric (peltier) yang biasanya digunakan untuk pendingin prosesor dalam Laptop, tentunya dengan beberapa modifikasi tertentu.

————-

Ternyata penyejuk udara yang dibuat hanya efektif dipakai selama 2 jam saja, setelah itu balok es harus didinginkan dan dibekukan dulu di kulkas selama 4 jam. Kalau ingin dipakai terus harus punya cadangan balok es nih…….

Categories: Modul Elektronik

Pengaruh Jumlah Antenna Doppler

April 27, 2011 Leave a comment

Sistem doppler antenna untuk pelacak arah radio…..dapat juga digunakan pada aplikasi uav http://www.barnardmicrosystems.com/L4E_rdf.htm

4 dan 8 antenna dengan sensitifitas sama dan berbeda-beda


signal biru adalah referensi, merah sinyal datang dari radio…dalam prakteknya sensitifitas antena tidak mungkin sama persis, sehingga perlu dibuat random perbedaan, dibawah ini dengan perbedaan random sensitifitas hingga 100% berbeda.

16 dan 32  antenna dengan sensitifitas sama dan berbeda-beda

Kesimpulan, minimal 8 antenna agar akurat dan tidak rumit. kalo perlu lebih ok lagi pake 16 antenna. Simulasi perlu dilanjutkan dengan bandpass filter dan dibedakan antara sudut true dan sudut hasil kalkulasi berdasarkan simulasi…..ok.

% Softwarenya%——

clear all
t=0:1/360:2;
M=4;
for p=0:M-1
a(:,p+1)=(1+2.5*rand)*(1*sin(2*pi*1*t+2*pi/M*p))’;
end
M2=8;
for p=0:M2-1
bb(:,p+1)=(1+2.5*rand)*(1*sin(2*pi*1*t+2*pi/M2*p))’;
end

for b =1 : 90
subplot(2,1,1)
plot((1:length(a(1,:))*4)*360/M , [a(1,:) a(1,:) a(1,:) a(1,:)],’r’,’linewidth’,3),hold on
plot((1:length(a(1,:))*4)*360/M , [a(b,:) a(b,:) a(b,:) a(b,:)],’linewidth’,3),grid
title(‘4 Antenna Dipole dan Sensitifitas Beda’,’fontsize’,16)
xlabel(‘Sudut [degree]’,’fontsize’,16)
ylabel(‘Amplitudo’,’fontsize’,16)
hold off
subplot(2,1,2)
plot((1:length(bb(1,:))*4)*360/M2 , [bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:) bb(1,:)],’r’,’linewidth’,3),hold on
plot((1:length(bb(1,:))*4)*360/M2 , [bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:) bb(b,:)],’linewidth’,3),grid
title(‘8 Antenna Dipole dan Sensitifitas Beda’,’fontsize’,16)
xlabel(‘Sudut [degree]’,’fontsize’,16)
ylabel(‘Amplitudo’,’fontsize’,16)
hold off
pause(0.01)
end

Categories: RDF

PCB Switch dan Antenna RDF

April 24, 2011 Leave a comment

PCB sudah jadi, trus akan dicoba,…tapi komponen sedikit kekecilan, diglodok gak ada….perlu pesen ke digikey…Nanti diakali dengan komponen seadanya, pasti bisa…hanya tetep akan didesain ulang supaya sempurna…

Bagian atas adalah untuk antenna dipole, bagian bawah switching 4 antenna…..Tipe komponen SMD sebaiknya ukuran yang 3 mili….

Categories: RDF

Prototipe Radio GPS Tracking

April 14, 2011 Leave a comment

Ini prototipe sudah jadi….

Bentuk kompak dan mudah digenggam….ayuk…ujicoba sambil jalan-jalan…

Categories: GPS Tracking

Desain PCB ARDF Doppler

April 6, 2011 Leave a comment

Ini desain PCB ARDF bagian kontrolnya….


Bagian antenanya….


pesan ke selc…………trus dicoba…asembling..n testing…

Categories: RDF

New Transponder Untuk Kombinasi RADAR dan GPS-Telemetry

March 27, 2011 1 comment

Transponder roket dapat digunakan untuk sinyal RADAR 3300 Hz dan sinyal data 1200 bps pake modem 1200/2200 Hz dari GPS dalam satu radio transceiver. Transponder ini terdiri dari radio receiver untuk menerima sinyal RADAR dari stasiun pengamat dan radio transmitter untuk mengirim kembali sinyal RADAR dan sinyal data GPS. Berikut ini adalah simulasi masing-masing sinyalnya.

Kemudian sinyal gabungan untuk dikirim ke transmitter menjadi seperti ini…

Kemudian sinyal tersebut diterima kembali oleh receiver di stasiun pengamat. Lalu kita pisah lagi tuh ke dua sinyalnya…..yang satu sinyal RADAR dan yang satunya lagi sinyal data GPS….jadinya begini…

Dan ternyata sinyal bisa kita dapatkan kembali dengan frekuensi yang tetap ok….jadi RADAR Transponder dapat kita kombinasikan dengan GPS telemetry dalam satu radio transponder…..yes ok satu penemuan baru sistem hybrid untuk tracking roket..”Hybrid Tracking System For Rocket Using RADAR-Transponder and GPS-Telemetry“….tinggal dicoba dengan radio….tapi pasti 99% bisa…simulasi ini sudah sesuai dengan spesifikasi radio amatir juga….1%nya  sempat nyoba gak..? trus kapan…? tapi perlu desain rangkaian elektronik buat di transponder dan di receiver…tapi ok itu gampang kok…..

Spektrumnya nih…

Yang atas spektrum sinyal gabungan, yang bawah spektrum sinyal yang telah dipisahkan….dari simulasi ini sudah bisa dibuktikan sistem ini akan bisa digunakan….manteb to…wis siap bikin jurnal, paper, atau patent yuk, tapi kudu gawe prototipe ndisik lo….opo minum teh anget plus makan gedang godog waelah…

Hasil Ujicoba Bandpass 500 Hz

March 16, 2011 Leave a comment

Udah dicoba pake switched capacitor filter prototipe IC LTC1059, dengan pulsa 500 Hz, 1/4 High-3/4 Low…Suasana prakteknya seperti ini, kayak habis kena tsunami…signal generator pake mega328 kontrol IC pake mega8535…. gak rapi. Ini meh dinggo ARDF Automatic Radio Direction Finding….

ini hasilnya

Menurut aku…cukup manteb IC tipe ini input kotak, output sinus asli…..sip…suara voice bisa dieliminasi nanti tinggal sinus 500 Hz ini….. minum kopi lagi santai lagi…

Pulsa input

$regfile = “m328pdef.dat”
$crystal = 4000000
Config Portc = Output
Do
Portc = 255
Waitus 544
Portc = 0
Waitus 1630
Loop

Pulsa LTC1059

$regfile = “m8535.dat”
$crystal = 4000000
Config Porta = Output
Do
Porta = 0
Waitus 60
Porta = 255
Waitus 60
Loop

 

Categories: RDF, Tutorials
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.